Untitled Document
Untitled Document
Jambi » Posting » Top Motivasi
Jejak Kecil
Tutor by: ardians dibaca:6317 kali, Posted on 2013-03-19 15:25:08

Jalannya saja belum lurus, yah begitulah anak kecil. Entah dimulai sejak kapan aku mulai mengagumi anak-anak kecil yang baru saja mulai bisa berlari. Begitu lucu melihat senyum polos mereka, terkadang tangisan mereka membuat banyak orang takut. Tapi disinilah kita belajar tentang kehidupan, tak akan selamanya menempuh kesenangan, terkadang harus melewati batu kecil bahkan jurang dalam, yang semua itu menjadi pelajaran bagaimana kita mampu untuk mendapatkan pelajaran, meskipun hanya sekecil biji “sawi”. Yaaa, nikmati saja.

Inilah kisah “si kecil” yang berharap menjadi besar dengan memulai mendidik diri sendiri kemudian mengajarkannya kepada orang lain. “Insya Allah” Sudah sekitar dua minggu yang lalu, ya, ANTO namanya. Dia menunggu bagaimana kisah kelanjutan studinya. Karena sudah dua minggu yang lalu teman-teman sekelasnya sudah mencari dimana mereka akan melanjutkan dengan mencari tempat kuliah.

Sementara anto tetap saja belum menemukan bagaimana ia mampu mengatakan untuk melanjutkan ke bangku perkuliahan. Sejak pertama anto berpikir bahwa kuliah itu tidak begitu efektif kalo hanya untuk menghasilkan UANG, ya memang benar! Karena kuliah bukan hanya sekedar uang, tapi begitulah awalnya. Karena belum dijalani. Bukan tanpa sebab kenapa ia belum berani berkata kepada kedua orang tuanya. Karena cara berpikir ayahnya masih belum terlalu paham, tentang ber-Investasi. “nderes wae nang ladang, mengko duite entok akeh. Yo kan kenek di tabung, lha gak perlukuliah le” begitulah kata bapaknya. Yang kurang lebih artinya “lebih baik kerja diladang, nanti dapat duit banyak kan bisa ditabung, kan gak harus kuliah nak, Red”. Berbeda dengan ibunya, beliau lebih mengikuti apa yang di inginkan anto. Ya pasti selama itu masih dalam hal yang positif dan gak “ngelantur” dari nilai agama. Dan semua itu berakhir dengan jalan yang gak pernah terpikirkan sebelumnya. Sebelumnya sempat juga anto mencoba memasukkan lamaran pekerjaan dengan modal nekat dan secarik kertas Photo Copy Ijazah serta sedikit kemampuan dibidang maintenance Komputer, ya semuanya disatukan di dalam map yang anto ingat sekali tulisannya “AIR MAIL”, ternyata janji akan ada panggilan jika diterima bekerja. Tidak juga ada panggilan setelah sekitar satu minggu-an menunggu dan itu (menunggu) begitu membosankan bagi anto. Dan inilah awalnya. Ternyata ada salah seorang teman anto yang baru pulang dari Kota Jambi untuk mencari informasi tentang tempat kuliah mengajaknya untuk ikut ke jambi, ya tentu saja di sambut baik olehnya. Setelah berpikir dan konsultasi dengan orang tuanya, meskipun bapaknya tidak terlalu mendukung keputusan yang ia pilih saat ini.

Pikirannya pun tak ada niat untuk melanjutkan kuliah. Masih berambisi untuk mencari kerja, kerja dan kerja. Tapi setelah sampai di kota, ternyata Allah menunjukkan jalan yang sekali lagi gak pernah anto kira sebelumnya. Ternyata ia mendapatkan kerja di sebuah lembaga pendidikan Diploma1 & Diploma3 yang berbasis komputer. Ya kebetulan waktu masih duduk di bangku SMK dulu anto punya niatan pengen jadi Teknisi Komputer. Maka berlanjutlah dengan jalannya Allah. Yah begitu teratur. Akhirnya Anto ternyata malah bisa kuliah dengan biaya yang di tanggunya sendiri dari hasil menjaga tempat kuliah. Pekerjaan ditempat itu ya seperti pada umumnya penjaga, membersihkan, merapikan menjaga dan merawat sekitar lingkungan kampus.

Sejak masuk pertama kali di dunia pendidikan biasa aja. Setelah sekitar 5 bulan bergelut dan berbaur dengan Instruktur dan Dosen di sana akhirnya ia menjadi tertarik untuk ikut membangun Akhlak bangsa ini, yang semakin lama semakin semrawut. Diploma1 pun diselesaikan dengan biaya belajar mandiri, dan hubungan dengan bapaknya ternyata membaik, beliau sekarang begitu mendukung keputusan anto. Ya, hanya rasa syukur dan Alhamdulillah yang bisa terucap. Diploma1 pun terselaikan dengan nilai yang tidak terlalu buruk, sekarang aku mulai di ajari bagaimana caranya mengajari orang lain. Gak tau entah dari mana pimpinan anto memberikan kepercayaan darinya yang seorang Anto hanya bisa mencuci piring, ngepel dan nyapu. Sekarang sudah mendapat kepercayaan untuk mentransfer Ilmu kepada orang lain. Yang diawali dengan baik. Dengan seorang siswa privat komputer perkantoran, namanya masih begitu berkesan “Rizka Sriyouni”. Itulah pertama kalinya anto di tuntut untuk bisa membuat orang lain mengerti dengan apa yang dia sampaikan. Berakhir dengan baik juga.

Alhamdulillah. Sampai disini Anto terus belajar dan melanjutkan ke Diploma3 sambil mengajarkan juga kepada orang lain. Sekarang Anto mengerti, harusnya pendidikan itu dimulai sejak kecil. Tapi tetep gak memaksa. Pilihan itu ada ditangan masing-masing. Konsisten pada yang baik atau malah Istiqomah untuk hal yang buruk. Anto punya cita-cita agar bangsa ini terbangun kembali dengan kekuatan moral dan akhlak. Yang tentunya itu di terapkan sejak masih kecil. Sekarang ia berniat untuk mempelajari seluk beluk dunia pendidikan. Karena ia punya cita- cita akan membangun sebuah kampus yang didalamnya benar-benar meneladani nilai-nilai akhlak yang baik dan kemudian pada akhirnya mencetak manusia yang siap tempur di akhir jaman ini.

 

artikel ini diikutkan dalam lomba menulis mimpi. terima kasih.



Loading...
 Komentar Lainnya (1)

Nama : Email : Blog/Web :

:D :P ;;> ;) :) :O :: =s :g :-? :@ :-)) :-bd I-) B-) ):b :-/ :o:
:x =D> :-)/\:-) =)) @_@ o|^_^|o

Untitled Document